Bensin Boros Kurangnya Perawatan Karburator dan Injektor

Motor mempunyai alat vital yang harus dirawat, yaitu karburator atau injektor. Motor keluaran baru sudah banyak yang menggunakan injektor daripada karburator, karena mesin injektor dinilai lebih lincah, gesit, kencang, ramah lingkungan, dan lebih irit bahan bakar minyak (BBM). Meskipun begitu, sebagian motor juga masih ada yang menggunakan karburator. Terlebih untuk motor keluaran lama. Sebenarnya, apapun jenis mesin Anda, baik karburator maupun injeksi, tetap harus mendapatkan perawatan yang benar.

Boros BBM

Jika karburator atau injeksi sampai kotor, maka akan mengakibatkan beberapa hal, diantaranya yaitu boros bahan bakar, tarikan mesin loyo dan kerja mesin menjadi drop. Tentu Anda tidak mau motor Anda mengalami hal tersebut bukan? Terlebih pada saat harga bahan bakar yang naik baru-baru ini. Oleh sebab itu ada harus rajin membersihkan karburator maupun injektor, tergantung jenis komponen Anda. Dikarenakan cara kerjanya berbeda, maka cara membersihkan kedua komponen tersebut pun berbeda pula. Bagaimana caranya?

Kedua, untuk mesin karburator maka harus dibersihkan setelah menempuh jarak perjalanan sekitar maksimal 3.000 km. Untuk lebih amannya, bersihkan juga slang bensin. Kedua, untuk mesin injektor, maka pembersihan dilakukan setiap menempuh jarak perjalanan 10.000 km, begitu pula seterusnya. Apalagi jika tarikan sudah mulai berat, mesin brebet, dan bensin sudah mulai boros, maka komponen injektor harus segera dibersihkan. Di bengkel Yamaha sendiri, terdapat dua cara membersihkan komponen injektor. Pertama, dengan metode 3M Injector Cleaner. Cara membersihkan dengan metode ini yaitu dengan alat infus. Injector cleaner langsung dihubungkan pada injektor. Dalam hal ini injektor tidak perlu dilepas. Kedua, dengan metode kedua dengan cara melepas injektor lalu dibersihkan dengan membandingkan dengan injektor yang bersih pada alat khusus.

Cara kerja komponen karburator berbeda dengan injektor sehingga cara membersihkannya pun berbeda. Apakah Anda sudah mengetahui cara kerja masing-masing komponen tersebut?

  • Sistem karburator akan mencampur bahan bakar dengan udara ketika ruang bakar vakum karena hisapan piston. Sedangkan pada sistem injeksi mencampur bahan bakar dengan udara terjadi karena perintah dari ECM pada injektor karena mempertimbangkan kode atau sinyal dari sensor yang menyebar pada mesin.
  • Ketika akselerasi motor, maka memerlukan pencampuran bahan bakar sekitar 8:1 AFR, kemudian pada sistem karburator hal ini dibantu oleh nosel akselerator yang mampu menambahkan pasokan bahan bakar menuju mesin saat throttle gas dibuka mendadak. Sedangkan pada sistem injeksi, sensor throttle akan mengirim pesan pada ECM apabila terjadi pembukaan secara tiba-tiba, lalu ECM memberikan perintah kepada injektor untuk menambah pasokan campuran bahan bakar.
  • Apabila RPM tinggi, main jet dan pilot yang ada pada sistem karburator akan terbuka penuh lalu menghasilkan tenaga yang lebih besar. Sedangkan pada sistem injeksi sensor kevakuman dan sensor throttle bersamaan akan mengirimkan pean pada ECM supaya memperkaya campuran bensin agar menghasilkan tenaga yang lebih besar.
Posted in: News

Leave a Comment